Kebanyakan orang memilih font dari tampilannya. Agen yang baik memilih font dari perannya: mana display, mana body, mana mono.
Mulai dari peran, bukan dari nama
Setiap output hanya butuh tiga peran: display untuk judul, body untuk isi, dan paling banyak satu mono untuk label atau kode.
Buka koleksi font pairing, lalu saring berdasarkan mood dan konteks — bukan berdasarkan "yang terlihat bagus".
Tawarkan tiga, uji dengan copy nyata
Perintah yang benar ke agen:
Suggest 3 different font pairings from lamandesain.com/font-pairing
for a wedding photographer portfolio. Explain each choice,
then wait for my pick. No default pairing.
Uji tiap opsi dengan satu judul dan satu paragraf nyata dari brief. Font yang gagal dibaca pada ukuran kecil langsung gugur.
Kunci pilihan dan catat alasannya
Setelah pengguna memilih, tulis keputusannya di brief: "Display X + body Y karena Z". Aturan lengkapnya ada di pilihan kombinasi.
Penguncian ini mencegah agen mengganti font diam-diam di tengah jalan — pola umum AI slop.
Kesalahan yang paling sering terjadi
- Memakai lebih dari tiga keluarga font dalam satu output
- Display dan body yang sama-sama dekoratif sehingga hirarki hilang
- Lupa menguji kontras dan ukuran minimum pada viewport target
Perbaiki ketiganya, dan tipografi Anda sudah lebih baik dari 80 persen output AI generik.